Pengusaha Nahdliyin Dorong Kemandirian Ekonomi
Friday, 10 August 2018
Pengusaha Nahdliyin Dorong Kemandirian Ekonomi

JAKARTA  - Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) diminta untuk menjadi garda terdepan dalam membangun dan mengembangkan perekonomian warga NU (nahdliyin) di Indonesia. Pasalnya, rata-rata perekonomian warga nahdliyin masih kelas menengah ke bawah. “Kami sangat berharap melalui HPN perekonimian nahdliyin bisa tumbuh dan berkembang,” ujar Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Sirajd saat memberikan arahan kepada ratusan pengusah HPN di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (9/8)

Acara halal bihalal sekaligus peringatan harlah HPN yang ke 7 diisi dengan penyerahan sertifikat dari Musium Rekor Indonesia (MURI) kepada pengusaha Arif sebagai owner dari warunge aisyah dan ginger manlac untuk produk tempe dengan varian rasa terbanyak, sate bandeng dengan varian rasa terbanyak dan tempe mendoan dengan varian rasa terbanyak.

Menurut Kiai Said, banyak program dari pemerintah yang tujuannya untuk rakyat miskin, akan tetapi dalam kenyataanya bleset dari tujuan utama. Bahkan banyak masyarakat miskin yang sama sekali tidak tersentuh dengan program tersebut dan justru yang menikmati para konglomerat dan orang-orang kaya. “Ini tidak bisa di diamnkan, keadilan harus merata, NU minta pemerintah harus adil, itu saja,” ungkapnya

Ia menjelaskan, konglomerat di Indonesia memonopoli ekonomi rakyat sudah luar biasa dolimnya. Bayangkan, kekayaan yang dimiliki satu konglomerat sama seperti kekayaan dari 10 juta orang miskin di Indonesia. “Jadi, monopoli ini sudah dolim sekali, pemerintah harus tegas dan PBNU melalui HPN siap untuk mengawal program pemerintah yang adil untuk rakyat,” tegas Kiai Said

Sementara itu, Ketua Umum HPN Abdul Kholik menegaskan bahwa HPN menargetkan kemandirian ekonomi pada 2030 dan konglomerat papan atas di Indonesia di kuasai nahdliyin. “Mudah-mudahan ini bisa terwujud, amin,” ujar Cak Kholik
Kedepan lanjutnya, selain akan memantapkan program HPN yang sudah berjalan. Pihaknya juga terus melakukan trobosan-trobosan dengan membuat berbagai wahana baik melalui media sosial maupun melalui kontak fisik langsung agar konektifitas para pengusaha berjalan. “Makanya HPN tidak akan mengandalkan bantuan dari pemerintah, HPN akan mandiri melakukan sinergi antar pengusaha,” tegasnya

Misalanya bisnis beras, di saat ada problem di lapangan, maka pemerintah akan melakukan operasi pasar yang sebelumnya tidak pernah dilakukan seperti kemarin. Makanya kalau pengusaha beras bersinergi tentu akan berhadapan dengan kebijakan pemerintah. “Nah, ini yang akan kita tiru, di HPN akan ada sinergi antar pengusaha supaya saling membantu, kalau pemerintah tidak berpihak kepada HPN,” pungkasnya. (ANP)