Rajin Keliling Indonesia, AHY Sering Dicurhati Soal Penurunan Daya Beli
Saturday, 14 April 2018
Rajin Keliling Indonesia, AHY Sering Dicurhati Soal Penurunan Daya Beli

Wonosobo - Sejak dipercaya sebagai komandan Kogasma, Komando Satgas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono yang biasa disapa AHY  langsung beraksi. Suami Anisa Pohan itu, turun menemui kader dan pengurus Demokrat, serta masyarakat di berbagai pelosok tanah air. Salah satunya berkeliling ke 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dalam tur yang diberi nama 'AHY Sowan Jateng'. MNC Trijaya yang mengikuti 'AHY Sowan Jateng' merasakan sendiri tingginya mobilitas AHY, menyambangi kota demi kota, dari satu kabupaten ke kabupaten lain. 

 

Saat sarapan bersama rombongan wartawan di Hotel Kresna Wonosobo (13/4/2018), AHY berbagi tips menjaga kebugaran ditengah padatnya aktivitas. "Saya tidak biasa sarapan. Makan pagi biasanya cuma pisang satu saja. Makan pagi saya gabung makan siang, langsung brunch (breakfast and lunch)," jelas AHY. Pensiunan Mayor ini juga selalu menyempatkan diri berolahraga setiap kali singgah di hotel. "Olahraga begitu sampai hotel 1 sampai 1,5 jam, disesuaikan waktunya saja. Kadang renang atau lari," tambahnya. 

 

AHY mengakui, tur keliling Indonesia sangat melelahkan secara fisik. "Tapi ada kompensasinya melihat antusiasme warga di sana-sini, memberikan energi tersendiri buat saya," kata Agus. Menurutnya energi dan stamina yang fit merupakan nilai lebih sebagai politisi. Sebab ia bisa leluasa gerilya menemui masyarakat, tanpa kendala fisik yang berarti. 

 

Lalu setelah menemui begitu banyak masyarakat di daerah, keluhan apa yang paling sering didengar AHY? Semuanya serupa : ekonomi. 

 

"Saya bertemu dengan berbagai jenis profesi, ada petani, nelayan, buruh, guru, UKM, pengrajin, mereka rasakan akhir-akhir ini terganggu penghasilan dan daya belinya," terang AHY. Masalah kedua adalah pemberdayaan generasi muda. AHY melihat banyak anak muda yang masih punya harapan. Ia tidak sepakat dengan anggapan anak muda zaman now, adalah generasi yang skeptis dan apatis. "Saya justru melihat energi yang melimpah ruah. Tapi mereka sering kehilangan arah. Ditengah peluang yang banyak dan tantangan zaman yang tidak ringan, mereka tidak tahu harus berbuat apa," urainya.

 

"Bukan cuma tugas negara, tapi kita semua termasuk saya, untuk memastikan anak-anak muda memiliki ketrampilan yang relevan, sesuai kebutuhan di abad 21," ucap AHY menutup obrolan. Pria kelahiran 10 Agustus 1978 itu menyeruput sisa kopinya, sambil bersiap melanjutkan sowan ke kabupaten/kota berikut. (mus)