Rampage: Visual Fiksi yang Meyakinkan
Wednesday, 11 April 2018
Rampage: Visual Fiksi yang Meyakinkan

Genre: Sci-fi, action
Sutradara: Brad Peyton (San Andreas)
Pemain: Dwayne Johnson (Fast and Furious, Baywatch); Naomie Harris (Moonlight) 
Durasi: Hampir 2 jam 
Distributor: Warner Bros. Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 11 April 2018

Pada tahun 1993, gebrakan teknologi baru, dikenal sebagai CRISPR, memberi jalan bagi ilmuwan untuk menyembuhkan penyakit mematikan, lewat penelitian genetik. 

Pada tahun 2016, karena potensi penyalahgunaan, Komunitas Intelijen Amerika Serikat merancang rekayasa genetik sebagai senjata pemusnah massal dan pengembangbiakkan. 

Ahli primata Davis Okoye bersahabat dengan gorila albino cerdas bernama George, yang sejak kecil sudah diselamatkan dari pemburuan liar. Namun, eksperimen genetika membuat George berubah menjadi raksasa. 

Parahnya, hewan lain pun mengalami hal serupa. Saat para predator alpha yang baru dibuat ini, berkelana ke seluruh Amerika Utara, menghancurkan segalanya di jalan mereka. Tim Okoye dengan ahli genetika yang diremehkan, Kate Caldwell (Naomie Harris), mengamankan obat penawar bagi binatang-binatang raksasa yang sedang mengamuk.

Mereka berjuang melalui medan pertarungan yang terus berubah, tidak hanya untuk menghentikan bencana global, tetapi untuk menyelamatkan makhluk menakutkan yang dulunya adalah sahabat.

"Rampage" menyajikan editing dan visual yang meyakinkan. Penonton dibawa secara riil masuk ke film tersebut, membayangkan penonton berada di kota-kota yang hancur luluh lantak. Dengan alur cerita yang bagus, romantika persahabatan Davis dan gorila George digambarkan sangat erat, saling menjaga satu sama lain.

Sutradara Brad Peyton menyatakan, "Dengan 'Rampage', saya percaya penonton akan menikmati action dari Dwayne Johnson, bintang film terkemuka di dunia, dan penonton pun akan melihat hatinya."  

Sineas yang bekerjasama dengan Dwayne Johnson di "San Andreas" (2015) itu, membandingkan dengan masa kanak-kanaknya. Dibesarkan di kota kecil di mana tak banyak yang bisa dilakukan, film adalah hiburan bagi Peyton. Itulah cara Peyton kecil merasa berdaya dan bersemangat, serta segala yang diinginkan dari film besar dari layar lebar. "Itulah sebab saya menjadi fans berat film, dan itulah alasan saya mulai membuat film," kata Peyton.

Untuk Peyton dan seluruh timnya, "Rampage" dikerjakan dengan tujuan: kesenangan, sensasi, aksi dan tontonan yang pas dengan eksekusi dalam skala besar. Itulah tugas dan inspirasi mereka sejak hari pertama.

Namun, tim produksi tidak pernah melupakan tema sentral dari kepercayaan, kesetiaan, dan persahabatan, yang terjalin tidak hanya di sepanjang cerita tetapi juga ke dalam skor film, menjadikan "Rampage" sebagai tontonan yang seru, dipenuhi 'wow moments' sampai akhir.

(FAZ)