Tahun Ini Ongkos Haji Naik Rp345 Ribu Menjadi Rp35,23 Juta
Monday, 12 March 2018
Tahun Ini Ongkos Haji Naik Rp345 Ribu Menjadi Rp35,23 Juta

JAKARTA - Ketua Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR RI dan Panja dari Kementerian Agama telah mengumumkan dan menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018 sebesar Rp. 35,23 juta harga itu naik dari sebelumnya Rp. 34,89 juta. Ada kenaikan sekitar Rp. 345 ribu.

Ketua Panja Komisi VIII Noor Achmad mengatakan kenaikan biaya haji disebabkan adanaya kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari Pemerintah Arab Saudi Sebesar 5 persen, juga terdapat baladadiyah (Pajak Pemerintah Daerah) dan kenaikkan harga BBM di Arab Saudi hingga 180 persen.

"Selanjutnya terjadi fluktuasi kenaikan bahan bakar pesawat dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar, dan mata uang Saudi Arabia Riyal (SAR) yang berimbas pada naiknua harga komponen penerbangan, pemondokan, katering, transportasi darat, dan biaya oprasional," kata Noor di Ruang Rapat Komisi VIII, Senin, (12/03/2018).

Dengan adanya kenaikan tersebut Komisi VII DPR RI dan Kemenag RI berkomitmen untuk meingkatkan pelayanan, pembinaan dan perlindungan pada jamaah haji. Serta katanya, melakukan efisiensi BPIH.

Adapun peningkatan pelayanan terhadap jemaah yakni meliputi jumlah makan jamaah di Makkah yang sebelumnya 25 kali menjadi 40 kali makan serta menambah snack pagi di pemondokkan Makkah. Selain itu juga merekrut tenaga pengawas profesional dibidang makanan, ahli gizi, dan sanitarian.

"Sistem sewa pemondokan di Mandinah menggunakan sistem full musim dan blocking timw, berbeda pada tahun-tahun sebelumnya yang hanya menerapkan sistwm blocking time," ungkapnya.

Waktu tinggal jamaah lanjutnya di Arab Saudi selema 41 hari. Juga alokasi kuota petugas haji Indonesia tahun 2018 sesuai ketersediaan barcode asalah 4100 orang. Peningkatan fasilitas di Armina, dan meningkatkan pelayanan bis masyair (bis menuju Armina dan layanan transportasi shalawat.

"Peningkatan koper dan tas kabin jemaah haji, selain itu meningkatkan pelayanan embarkasi melalui peningkatan fasilitas sarana dan prasarana asrama haji, katering dan layanan kesehatan embarkasi haji," tukasnya.

Noor menambahakan, komponen penerbangan BPIH meliputi biaya tiket, airport, tax dan passenger (pajak bandara) yang dibayar langsung oleh jamaah. Lalu harga pemondokkan Makkah yang dialokasikan kedalam dana optimalisasi oleh jamaah.

"Kenaikan biaya haji tersebut dibawah kenaikan dari harga pajak serta fluktuaai nilai tukar mata uang," tukasnya.

(Muhamad Rizky/muf/okezone.com)