IZI Gelar Pelatihan Pengelolaan Zakat Zaman Now
Wednesday, 07 February 2018
IZI Gelar Pelatihan Pengelolaan Zakat Zaman Now

JAKARTA - Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menggelar event seminar management zakat dengan tema mengelola Zakat Zaman Now. 

Tujuan dari seminar ini untuk memberikan pemahaman secara kornperhensif tentang Fikih Mustahik dan Pemberdayaan Zakat, Pengelolaan Zakat sesuai dengan regulasi dan perkembangannya, inovasi dalam pengelolaan zakat, sinergi antar lembaga dalam mengelola dan mengoptimalkan potensi zakat serta dapat beradaptasi dengan UU Zakat serta menjawab tantangan perkembangan jaman yang  bersinergi.

Tak hanya itu, event diharapkan juga bisa menjadi wadah pengembangan inovasi dan bisa menjadi salah satu solusi bagi para penggiat zakat dalam mengoptimalkan potensi zakat yang ada. 

Beberapa pembicara yang memiliki kompentensi di bidangnya seperti Dr Oni Syahroni, anggota DSN MUI yang akan berbicara mengenai Fikih Mustahik dan Pemberdayaan Zakat, Nana Sudiana Sos, MM Direktur Pendayagunaan IZI & Sekjen FOZ yang berbicara mengenai UU Zakat dan Kelembagaan Zakat, Bimo Prasetyo Founder Smart Legal Network yang berbicara tentang mengelola marketing zaman now, dan Nashrul Hendarsyah, Ketua Majelis Taklim MTXL.

Acara ini dihadiri 100 perwakilan Iembaga yang terdiri DKM, komunitas, serta BDI ini dilanjutkan dengan seminar Management Zakat. 

100 lembaga Se-Nasional yang manjadi perwakilan setiap DKM, komunitas, maupun Badan Dakwah Islam akan bersinergi dengan IZI untuk membantu mensyiarkan tentang zakat ini.

Direktur Pendayagunaan IZI,
Nana Sudiana mengatakan, upaya tersebut salah satu edukasi bagi DKM yang belum pernah berintwraksi dengan lembaga zakat. 

"Sosialisasi kelola zakat di zaman now.  Apalagi pemerintah ingin kelola zakat ASN," tegasnya. 

Sementara terkait perpres tentang zakat,  Nana mengaku, asal dikelola dengan baik, maka tidak masalah. 

"Kami dukung pengumpulan zakat 2.5 persen tidak masalah asal dikelola dengan baik dan transparan, akuntabel dan memenuhi keinginan publik," katanya.