Fleksibel terhadap Aturan
Tuesday, 09 January 2018
Fleksibel terhadap Aturan

JAKARTA, MNCTRIJAYAFM.com – Salah satu nikmatnya jadi trainer adalah sering mendapat pencerahan dan inspirasi dari para CEO dan pimpinan perusahaan atau instansi yang mengundang saya. Khususnya apabila mereka menjadi peserta, atau setidaknya memberi sambutan saat pembukaan. Kemarin, saya berkesempatan memberikan seminar di Badan Informasi Geospasial (BIG). Kepala BIG, Prof. Dr. Hasanuddin Z. Abidin, berkenan memberikan sambutan dan juga menjadi peserta seminar.

Sambutan yang diberikan mantan Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB ITB) ini sangat menarik. Salah satunya ia bercerita tentang seorang karyawan yang selalu datang terlambat ke kantor. Jam kantor dimulai pukul 08.00 WIB namun sang karyawan selalu datang sekitar pukul 10. Berulang kali ditegur dan diberi peringatan tetapi tidak “ngefek”. Menurut aturan perusahaan, dia sudah sangat layak dipecat. Apabila Anda seorang pemimpin, apa yang akan Anda lakukan?

Cerita kedua terjadi pada seorang mahasiswa ITB yang cerdas. Pada semester satu dan dua, mahasiswa ini nilainya sangat bagus. Namun pada semester berikutnya, nilainya sangat jatuh dan tidak memenuhi standar. Menurut aturan yang berlaku di ITB, ia layak dikeluarkan. Apabila Anda adalah rektor, apa yang akan Anda lakukan?

Pada cerita pertama, sang pimpinan akhirnya memanggil karyawan tersebut. Setelah berbicara dari hati ke hati, ternyata setiap dini hari hingga pagi sang karyawan harus membantu ibunya ke pasar. Selesai jam 6 pagi, ia tidur kembali dan bangun setelah jam 9. Akhirnya, ia selalu terlambat ke kantor. Apakah pimpinan memecat sang karyawan? Jawabnya tidak. Sang pimpinan memberikan jam kerja siang hingga malam khusus untuk karyawan ini.

Untuk cerita kedua, wali siswa atau dosen pembimbing bersikeras tidak mengeluarkan si mahasiswa meski secara aturan seharusnya ia dikeluarkan. Sang dosen menyakini bahwa mahasiswanya punya potensi besar. Maka si mahasiswa pun dipanggil dan diajak bicara dari hati ke hati. Ternyata, selain kuliah, mahasiswa itu harus bekerja keras mencari nafkah untuk membiayai dirinya dan dua adiknya di Universitas Padjajaran (Unpad).

Setelah tahu hal tersebut, sang dosen mencarikan beasiswa kepada mahasiswa tersebut untuk beberapa semester. Dan ternyata benar, sang mahasiswa bisa berprestasi dan menyelesaikan studi dengan baik.

Ya, kita memang seyogyanya taat kepada aturan. Namun harus tetap fleksibel untuk kasus-kasus tertentu. Wajib melihat sisi-sisi kemanusiaan yang terjadi agar kita tidak keliru mengambil keputusan. Aturan dibuat untuk keteraturan, bukan untuk menyengsarakan. Setuju?

 

 

Jamil Azzaini

CEO KUBIK Leadership