Insidious: The Last Key
Friday, 05 January 2018
Insidious: The Last Key

Genre film: Horror, Mystery, Thriller

Sutradara: Adam Robitel

Pemain: Lin Shaye, Leigh Whannell, Angus Sampson, Spencer Locke, Kirk Acevedo, Bruce Davison

Produser: Jason Blum - Paranormal Activity, The Purge, Insidious; James Wan - Jigsaw (2016), The Conjuring 2 (2016), Insidious: Chapter 3 (2015), Annabelle (2014), and the Saw franchise from Saw II (2005) to Saw 3D: The Final Chapter (2010).

Durasi: 1 jam 43 menit

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 6 Januari 2018 (midnight show)

 

Dr. Elise Rainier yang diperankan oleh Lin Shaye merupakan tokoh pendukung pada film Insidious sebelumnya, kini dijadikan pemeran utama. Menceritakan masa lalu sebagai cenayang yang mampu berkomunikasi dengan makhluk lain, Elise yang saat itu tinggal di New Mexico, mengalami gangguan roh jahat. Elise selalu dihantuinya.

Mulanya terjadi saat Elise bertemu dengan Specs, yang diperankan oleh Leigh Whannell, dan Tuckers (Angus Sampson). Mereka mulai bekerja sama. Specs dan Tuckers pun akan tinggal bersama dengan Elise di rumahnya.

Ketika seseorang meminta bantuan kepada Elise, ia diganggu oleh makluk halus, di mana alamat yang diberikan merupakan rumah pemberi kenangan buruk pada Elise.

Mereka bertiga pun pergi ke New Mexico untuk bertemu dengan dengan orang tersebut. Pada saat kunjungan ke tempat masa kecilnya, Elise bertemu dengan keponakannya anak dari adik laki- lakinya yang diperankan oleh Bruce Davison. Salah satu dari anak perempuan adiknya juga mempunyai penglihatan seperti Elise yang diperankan oleh Caitlin Gerard.

"Insidious: The Last Key" akan membawa pada cerita yang tak pernah diceritakan sebelumnya, dan layak ditonton bagi yang penasaran dengan kisah awal "Insidious".

Untuk menggambarkan karyanya, aktris utama Lin Shaye berkomentar, “Insidious: The Last Key lebih merupakan film penting daripada sekadar genre, mengajak penontonnya untuk menghadapi iblis dalam diri anda. Film ini menangkap gagasan besar tentang kekerasan, pengampunan, dan menemukan pengampunan dalam diri sendiri, serta menemukan kembali pentingnya keluarga, bagaimana pentingnya keluarga. Ini adalah hal paling mengasyikkan yang pernah saya lakukan sebagai aktris, tidak ada halangan."

Pemegang gelar master dari Columbia University School of the Arts ini menggambarkan tokoh yang dimainkannya, Elise, sebagai sosok kompleks. "Elise telah kehilangan banyak hal, tetapi dia tetap seorang pahlawan. Karakter utama dan gemilang bagi siapa pun untuk diperankan. Hal itu menjadi mutu yang dipakai orang untuk mengenal Elise," tambah Shaye.

Dia pun bersyukur di tengah karier suksesnya sebagai pelakon horor, dengan terlibat dalam 150 film termasuk "A Nightmare on Elm Street" (1984), Shaye merasa tak terbatas untuk memerankan Elise. 

Pada tahun 2012, Shaye menerima Fangoria Chainsaw Award untuk kategori Best Supporting Actress lewat Insidious, serta pada tahun 2015 dinobatkan sebagai Godmother of Horror oleh Wizard World Comic Con.

(WAH)