Top Capital Market 2017: Pasar Modal Kuat, Ekonomi Indonesia Hebat
Monday, 13 November 2017
Top Capital Market 2017: Pasar Modal Kuat, Ekonomi Indonesia Hebat

Jakarta - Sejumlah Perusahaan Publik dan Manajer Investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, yang berkinerja tinggi dan memiliki prospek bisnis yang baik, mendapatkan penghargaan Top Capital Market 2017. Acara puncak penghargaan tersebut berlangsung dalam Gala Dinner TOP Capital Market 2017 di Balai Kartini, Jakarta, Jum’at 10 November 2017. 

Penghargaan itu diberikan oleh Majalah BusinessNews Indonesia, yang bekerja sama dengan Asia Business Research Center (ABRC) dan sejumlah lembaga/ asosiasi bisnis dan pasar modal. Diantara lembaga tersebut adalah InfoVesta, IFLC (Investment and Financial Learning Center), Melani K Harriman & Asoociate, KNKG (Komite Nasional Kebijakan Governance), IICG (The Indonesian Institute for Corporate Governance), SDP (PT Sinergi Daya Prima/ Konsultan GCG), dan SGL Management (Konsultan Manajemen dan Bisnis).

Ada beberapa kategori penghargaan yang diberikan, yang terbagi dalam beberapa kategori, yang diberikan kepada para pemenang  (untuk lebih lengkapnya, lihat di daftar pemenang yang menyertai siaran pers ini).

Ketua Dewan Juri Top Capital Market 2017, Erry Firmansyah, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan Top of Form Bottom of Form penghargaan tertinggi yang diberikan kepada emiten dan pelaku pasar modal yang dinilai memiliki kinerja yang tinggi, dan memiliki reputasi perusahaan yang baik. 

“Tujuan penyelenggaraan kegiatan Top Capital Market  2017 ini adalah membangun kepercayaan masyarakat dan citra positif emiten maupun pelaku pasar modal di Indonesia. Juga, untuk mendorong peningkatan kinerja dan layanan emiten dan pelaku pasar modal,” Erry menambahkan.

Kriteria Penilaian per Kategori
Semua perusahaan emiten dan Manajer Investasi di Bursa Efek Indonesia, diikutkan dalam penilaian. Dia menjelaskan, metode penilaian dalam TOP Capital Market 2017 untuk masing-masing kategori, dilakukan sebagai berikut: 
1. Kategori TOP Corporate Reputation, dinilai melalui Market Researchh dengan responden masyarakat dan investor, di 4 kota besar, yakni Jakarta (Jabodetabek), Surabaya, Medan, dan Makassar, yang berlangsung sejak 15 Desember 2016-31 Maret 2017. 
Pengukuran indeks reputasi perusahaan, Corporate Brand Reputation [CBR] Index didasarkan pada 3 indikator utama yaitu: (a) Corporate Brand Knowledge [CBK], indikator ini mengukur popularitas perusahaan baik popularitas brand korporat maupun brand produk. (b) Corporate Brand Image [CBI], Indikator ini mengukur citra dari perusahaan baik dari sisi citra produk maupun citra layanan yang diberikan. (c) Corporate Brand Engagement [CBE], Indikator ini mengukur ikatan emosional perusahaan dan konsumennya. 
Hasil dari Survei Corporate Reputation ini, setebal 100-an  halaman. Setiap pemenang TOP Capital Market, berkesempatan untuk mendapatkan hasil dan analisa survei tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil penilaian ini, dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. 

2. Kategori TOP Emiten, dinilai berdasarkan analisa Kinerja Keuangan 2015-2016 (Data 2 tahun terakhir) dan Kinerja Semester 1 tahun 2017, dengan menggunakan metode Laba Ekonomis Plus atau EVA Plus, yang sekaligus digunakan untuk menilai prospek bisnis perusahaan ke depan. Metode ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana manajemen telah berupaya dalam meningkatkan value perusahaannya. 
Perusahaan-perusahaan yang menjadi kandidat pemenang dalam kategori TOP Corporate Reputation dan TOP Emiten, disaring dan direview kembali dari aspek penilaian GCG dan kepatuhan terhadap regulasi dan administrasi Bursa Efek Indonesia.
Kandidat yang nilai GCG-nya rendah dan/ atau tidak lolos verifikasi kepatuhan dan suspensi dari Bursa Efek Indonesia selama periode penilaian, dinyatakan gugur. Pemenang kategori TOP Corporate Reputation dan TOP Emiten, diklasifikasikan dalam 33 sektor bisnis, dan ada 2 sektor bisnis yang tidak ada pemenangnya, karena tidak lolos verifikasi. 

3. Kategori TOP Saham
Penilaian Top Saham didasarkan pada kriteria penilaian:
Saham-saham yang punya gain dan likuiditas baik, selama tahun 2014 - 2016
Selalu berada dalam LQ45 selama periode penilaian (6 periode)
Tidak pernah disuspensi oleh otoritas selama masa penilaian (6 periode)
Tidak memperoleh return negatif selama periode penilaian.
Dalam penilaian ini, diperoleh 6 Saham Terbaik yang memenuhi kriteria tersebut. 

4.  Kategori TOP Manajer Investasi
Dalam 5 tahun terakhir (2012-2016), dana kelolaan setiap jenis reksadana mengalami kenaikan, di mana kenaikan terbesar pada  jenis reksa dana pasar uang. Begitu juga dengan jumlah manajer investasi terus mengalami kenaikan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7,34% per tahun. 
Pemeringkatan manajer investasi merupakan suatu evaluasi terhadap manajer investasi dengan menggunakan parameter berdasarkan kinerja historis dan pertumbuhan unit penyertaan.
Pengelompokan Manajer Investasi, diklasifikasikan pada:
Jenis Reksadana (Pendapatan Tetap, Saham, Camputan, dan Pasar Uang)
Periode Penilaian (1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun)
Pertumbuhan AUM ( di bawah Rp 1 T, Rp 1-3 Triliun, Di atas 3 Rp Triliun)
Seleksi awal, dilakukan pada Manajer Investasi telah memiliki minimal 1 (satu) produk reksa dana sesuai dengan kategori yang akan diperingkat dan telah berusia minimal 1 tahun per 30 Desember 2016. Reksa Dana yang ikut dalam perhitungan indeks adalah reksa danadenominasi Rupiah   
Indeks MI untuk setiap manajer investasi dimulai dari angka 1.000. Return harian untuk indeks MI adalah rata - rata dari return harian seluruh reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi sesuai dengan jenis reksa dana yang sedang diperingkat.
Komponen indeks pemeringkatan terdiri dari 70% Risk Adjusted Return (Modified Sharpe Ratio) dan 30% UP Growth-nya. 

5. Kategori TOP Reksadana
Memilih 3 reksadana terbaik berdasarkan pertumbuhan AUM
Menilai Kinerja AUM Growth 
Memilih pemenang dari 50 reksadana terbaik selama 3 tahun (2014 – 2016) untuk setiap kategori. 
Seluruh pemenang harus konsisten dan terus berada dalam top 50 selama periode penilaian (3 tahun)
Ada empat sub kategori TOP Reksadana, yakni Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham, Reksadana Campuran, dan Reksadana Pasar Uang.

Penilaian yang Lebih Tajam
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Top Capital Market 2017,  M. Lutfi Handayani, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut memang dirancang untuk punya kekhususan dan perbedaan dibandingkan penghargaan sejenis yang sudah ada. Perbedaan TOP Capital Market dengan award lainnya, diantaranya adalah: 

TOP Capital Market menggunakan gabungan metode penilaian sekaligus, yakni Analisa Kinerja, Rekomendasi Customer, sekaligus Corporate Reputation Research penilaian Publik dan Investor. Award lain, umumnya hanya menggunakan salah satu metode saja.

Penilaian Corporate reputation, bersifat obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap peserta/ pemenang, berkesempatan memperoleh hasil Analisa Corporate Reputation Research, setebal + 100 halaman.
Award lain, jarang yang dapat memberikan hasil Analisa Riset kepada peserta/ pemenang.
Penilaian kinerja fundamental keuangan, selain menilai past performance juga sekaligus menilai proyeksi bisnis perusahaan.

“Dewan Juri Top Capital Market 2017 sudah tentu mengharapkan agar kontribusi pasar modal ke perekonomian bangsa kita, semakin naik di tahun 2017 ini dan seterusnya,” ujar Lutfi.
Ia, mengatakan bahwa tujuan penyelenggaraan Top Capital Market 2017 ini adalah  membangun kepercayaan masyarakat dan citra positif emiten maupun pelaku pasar modal di Indonesia. 
“Juga, untuk mendorong peningkatan kinerja dan layanan emiten dan pelaku pasar modal. Maka, ketika pasar modal kuat, ekonomi Indonesia hebat,” kata dia. (ANP)