Kempar Akui Target Kunjungan Wisman Tercapai
Saturday, 11 November 2017
Kempar Akui Target Kunjungan Wisman Tercapai

MALANG – Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar kegiatan Sosialisasi Pemasaran Mancanegara pada Media Nasional dengan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar)  untuk menjelaskan capaian kunjungan wisatawan manengara (wisman) pada Januari hingga September 2017; proyeksi pencapaian target 15 juta wisman akhir tahun ini; serta program promosi dan pemasaran untuk mencapai target tersebut.

Target kunjungan wisman tahun  ini 15 juta, atau harus menaikkan 3 juta dari capaian tahun 2016, di angka 12 juta. Seberapa jauh upaya yang telah dilakukan Kemenpar menyongsong target tersebut sampai triwulan III 2017? Deputi BP3M Kemenpar  I Gde Pitana menyampaikan poin-poin penting seputar aktivitas marketing dan optimisme melalui serentetan program yang telah, sedang dan akan dilakukan selama 2017 dalam diskusi dengan Forwapar di Harris Hotel & Convention, Malang, Jumat (10/11).

Deputi I Gde Pitana didampingi Sekretaris Deputi BP3M, Ni Wayan Giri Adnyani pada kesempatan itu memaparkan program kerja yang sudah dijalankan selama triwulan III 2017, Juli-September serta  yang sedang dan akan dilaksanakan pada Oktober-Desember atau triwulan IV 2017.  

I Gde Pitana mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi)  telah menetapkan target pariwisata kepada Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya  untuk meningkatkan kunjungan wisman, yang tahun ini ditetapkan sebesar 15 jutawisman dengan asumsi perolehan devisa sebesar US$ 14,9 miliar  dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman dengan perolehan devisa sebesar Rp 280 triliun pada 2019 mendatang.

“Untuk mencapai target tersebut stategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan, marketing strategymenggunakan pendekatan DOT (Destination, Original, dan Time), promotion strategy dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), media strategy dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama di antaranya dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk mempromosikan Wonderful Indonesia,” kata Pitana.

I Gde Pitana menjelaskan, strategi pemasaran dengan pendekatan DOT itu akan difokuskan pada 10 Bali Baru yang 3A-nya sudah siap, Akses, Amenitas, Akses. Diantaranya adalah Great Jakarta; Great Bali; Great Kepri; Joglosemar  (Yogyakarta, Solo, dan Semarang); Bunaken–Wakatobi RajaAmpat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini I Gde Pitana dengan bangga menyampaikan hasil capaian kunjungan wisman sampai periode September 2017. “Sampai periode September 2017 data yang kami peroleh dari BPS adalah sebesar 10,458,299, jumlah ini naik secara signifikan sebesar 25,05% dibandingkan dengan capaian tahun 2016. Sedangkan untuk periode September naik 20,47% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu” kata I Gde Pitana.  
 
I Gde Pitana juga menjelaskan Top 5 capaian kunjungan wisman per pasar berbasis data yang diperoleh sampai September 2017.

“Tiongkok masih mendominasi kunjungan wisman sebesar 1.607.615 (naik 45.68%), diikuti Jepang sebesar 416.040 (naik 6.46%), Australia sebesar 918.957 (naik 1.38%), Malaysia sebesar 885.412 (turun 0.16%), dan Singapura sebesar 1.067.242 (naik 0.36%).

“Untuk pertumbuhan kedatangan wisman berdasarkan pintu masuk, Bandara Sam Ratulangi naik paling signifikan sebesar 95.52% dibandingkan dengan tahun 2016, diikuti Bandara International Lombok sebesar 48.42%, Sultan Syarif K II sebesar 41.36%, dan Bandara Adisucipto  sebesar 31.39%”, terang Pitana.

Fokus Hard Selling  
I Gde Pitana mengatakan, tahun 2017 ini Kemenpar lebih fokus pada kegiatan hard selling. "Setelah dua tahun terakhir ini kami fokus membangun branding Wonderful Indonesia, pada tahun ini kami memang lebih fokus pada kegiatan hardselling dan kerjasama dengan airlines dan wholesalers,” kata Pitana.

Kegiatan pemasaran di pasar kawasan Asia Tenggara yang telah dilaksanakan periode Juli-September 2017 antara lain; MATTA Fair Johor Bahru, International Travel Expo Ho Chi Minh City (ITE HCMC), MATTA Fair Kuala Lumpur, IT&CMA Bangkok, Sales Mission di 3 kota Thailand (Phuket, Chiangmai, Bangkok), Launching Joint Promotion Air Asia di Singapura, Launching Cross Border Promotion di Batam dan Bintan, dan Halfest 2017.

Kegiatan yang akan dilaksanakan di pasar Asia Tenggara antara lain; ITB Asia (25-27 Oktober 2017), Promosi Sail Sabang di Malaysia dan Thailand, serta pendukungan pelaksanaan Sail Sabang pada 1-5 Desember 2017.

Kegiatan pemasaran di pasar kawasan Asia Pasifik yang telah dilaksanakan periode Juli-September 2017 antara lain; Pendukungan event Celebration of Indonesia, Kegiatan Promosi Wonderful Indonesia (PWI) pada Taste Of Indonesia, PWI di Kagoshima, Jepang, PWI pada World Halal Expo, Korea, China Xian Silk Road International Tourism Expo, PATA TRAVEL MART, China International Travel Mart (CITM), Australia Dive Expo (AIDE), JATA Tourism Expo (JTE).

Kegiatan yang akan dilaksanakan di pasar Asia Pasifik antara lain; Promosi Wonderful Indonesia pada Hildiktipari, Shanghai, PWI pada 5th Geopark meeting, Guizhou.

Kegiatan pemasaran di pasar kawasan Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika yang telah dilaksanakan periode Juli-September 2017 antara lain; Festival Wonderful Indonesia di London, Dublin, Stockholm, Rusia, The Getaway Show, IFTM TOP RESA, Otdykh Leisure, Roadshow PATA Eropa, Festival Wonderful Indonesia di Vatikan, Bahrain, Boston.

Kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan di pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika antara lain; IMEX America, TTG INCONTRI, Promosi Paket wisata dalam rangka annual meeting IMF-WB 2018, Festival Wonderful Indonesia di Oman, Qatar, Equador dan Europalia, WTM London, DEMA Show, Moscow Halal Expo, dan International Luxury Travel Market di Cannes.

Deputi BP3M Kemenpar  juga telah melaksanakan promosi pariwisata di berbagai media di dunia antara lain; pemasangan iklan di media online (Google, TripAdvisor, Facebook, Baidu, Xinhua, Lonely Planet), pemasangan iklan di TV & radio (7 televisi tiap negara pasar, 8 televisi internasional, dan pemasangan iklan di kompetisi sepakbola LaLiga), pemasangan iklan di media cetak internasional (The Strait Times, Al Tijara, Hindustan Times, Bloomberg, New York Times, TIME), pemasangan iklan di media ruang (Tram di Amsterdam, Bus di Paris, LED di Dubai, Billboard di Times Square, Amerika, Ferry di Perth, Australia), serta mendukung pembuatan TVC Asian Games 2018 dan TVC Europalia.

Dalam kesempatan ini, I Gde Pitana juga menyampaikan keberhasilan Indonesia memperoleh 2 award pada perhelatan WTM London. “2 tahun berturut-turut (2016-2017) Indonesia memperoleh  penghargaan Best Dive Destination dari majalah Dive Magazine yang diterima pada tanggal 6 November 2017. Selain itu pada tanggal 7 November 2017, Bali juga memperoleh penghargaan Best Agent Choice Award pada katagori Destination for Spa & Wellness dari Selling Travel. Ini tentu kabar yang menggembirakan dan bukti bahwa kerja keras kami dan semua pihak terkait tidak sia-sia”.
(ANP)