Indonesia-Laos Sepakat Tingkatkan Peran ASEAN
Thursday, 12 October 2017
Indonesia-Laos Sepakat Tingkatkan Peran ASEAN

JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith sepakat bahwa kedua negara akan terus berkomitmen untuk mempersatukan ASEAN agar terus relevan bagi para anggotanya. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis, 12 Oktober 2017.

"Tahun ini juga merupakan tahun yang istimewa karena perayaan 50 tahun ASEAN. Sebagai anggota ASEAN, kami sepakat bahwa kesatuan dan sentralitas ASEAN sangat penting agar ASEAN senantiasa relevan bagi anggota dan masyarakat serta dapat lebih berkontribusi bagi dunia," ujar Presiden Jokowi.

Dalam perbincangan keduanya itu, diketahui bahwa Presiden Joko Widodo dan PM Laos turut membahas permasalahan yang tengah terjadi di Rakhine State, Myanmar. Masalah kemanusiaan ini kembali disinggungnya saat membuka pertemuan bilateral yang diikuti oleh para menteri kedua negara.

"Dalam pertemuan tadi kita telah membahas isu ASEAN dan kawasan. Kita telah sepakat membantu penyelesaian permasalahan di Rakhine State Myanmar," kata Presiden di awal pertemuan bilateral.

Sementara itu, PM Laos juga menyatakan komitmennya terhadap peningkatan peran ASEAN di level regional dan internasional.

Ucapan Terima Kasih dari Pemerintah dan Rakyat Laos

Dalam kesempatan tersebut, PM Laos juga menyampaikan terima kasihnya bagi dukungan yang telah diberikan Indonesia dalam pembangunan sumber daya manusia negaranya dan atas dukungan kepemimpinan Laos di ASEAN tahun 2016 lalu.

"Atas nama pemerintah dan rakyat Laos, saya menyampaikan terima kasih saya yang sangat tulus kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas dukungannya di berbagai bidang kepada kami yang telah berkontribusi pada peningkatan sosial ekonomi di Laos termasuk pembangunan SDM dan juga dukungan Indonesia pada keketuaan Laos di ASEAN tahun 2016 lalu," ucapnya.

PM Thongloun juga meyakini bahwa kunjungannya ini akan semakin mendorong kerja sama kedua belah pihak di bidang investasi dan perdagangan.

"Saya juga sudah menyampaikan undangan dari Presiden Laos kepada Yang Mulia Presiden Joko Widodo untuk dapat mengunjungi Laos dalam kunjungan resmi di waktu yang sesuai dengan Bapak Presiden," ujarnya. (ANP)