BPJS Kesehatan Sosialisasikan Bahaya Merokok Pada Remaja
Thursday, 12 October 2017
BPJS Kesehatan Sosialisasikan Bahaya Merokok Pada Remaja

Jakarta - Dalam rangka mencegah perilaku merokok pada usia dini, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Timur bekerja sama dengan Suku Dinas Kesehatan dan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur serta IDI Jakarta Timur, menyelenggarakan kegiatan program Promotif Preventif Spesifik Daerah dengan Tema Ti-Rock (Tinggalkan Rokok) pada siswa SMP dan SMA terpilih dilingkungan Kota Administrasi Jakarta Timur. Pada hari Kamis, 12 Oktober 2017, kegiatan ini dilaksanakan di  SMK Negeri 5 Pisangan Baru dengan peserta sebanyak 75 orang siswa. 

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Timur, Betsy M.O Roeroe mengatakan, pihaknya mensosialisasikan kepada anak-anak pelajar tentang bahaya rokok melalui Ti-Rock. 

"Tujuan utamanya adalah promotif preventif supaya anak anak sekolah bisa diminimalisir bahaya rokok karena sangat membahayakan kesehatan, " tegas Betsy. 

Program ini dilatarbelakangi oleh survey yang dilakukan oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa 31,3 persen siswa sudah menjadi perokok aktif. Bukan hanya pelajar laki-laki yang merokok. Survei juga menunjukkan, pelajar perempuan yang merokok mencapai 11,6 persen. Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jabodetabek tahun 2016, kasus yang diduga merupakan hasil kontribusi dari rokok mencapai 19.831 kasus dengan biaya sejumlah Rp 73.567.111.765. Jenis penyakit yang didapat dari kasus tersebut seperti, Emboli Paru, Tumor Paru, Paru Obstruktif, Paru Interstitial dan Paru Akut. Dampak rokok itu sendiri bagi pelajar antara lain akan mempengaruhi tumbuh kembangnya dan akan menimbulkan penyakit infeksi saluran napas bagian bawah sehingga pelajar tersebut akan sering batuk dan pilek, penyakit asma, penyakit telinga tengah, kelambatan pertumbuhan dan menurunnya fungsi paru.

Rangkaian kegiatan program Ti-Rock (Tinggalkan Rokok) sudah dilaksanakan sejak Bulan September 2017 dengan agenda :

1.    Edukasi kesehatan tentang bahaya merokok yang disampaikan oleh dr. Asri Badarudin                    dari IDI Jakarta Timur; 
2.    Pemeriksaan kadar karbon monoksida (Co) pelajar dengan menggunakan smokerlyzer yang dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Matraman;
3.    Penilaian kategori pelajar perokok (Perokok berat, sedang, dan ringan) yang dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Matraman;
4.    Pencatatan hasil pemeriksaan pelajar perokok secara rutin dalam buku monitoring Ti-Rock yang dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Matraman;
5.    Kampanye anti rokok yang dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Matraman. 

Pada tahapan kedua yang dilaksanakan di Bulan Oktober 2017, dilakukan agenda :

1.    Pemantauan bagi siswa yang terdeteksi positif perokok berdasarkan hasil pemantauan kadar karbon monoksida (Co) menggunakan smokerlyzer yang dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Matraman;
2.    Edukasi tentang bahaya rokok kepada 75 orang siswa peserta kegiatan yang disampaikan oleh dr. Endang Sriwahyuningsih, MKM selaku Seksi P2P Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Timur. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan menurunkan jumlah pelajar perokok di Sekolah Menengah Tingkat Pertama dan Sekolah Menengah Tingkat Atas, dilingkungan Kota Administrasi Jakarta Timur dan juga sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) demi terwujudnya Indonesia yang lebih sehat. (ANP)