Stok Garam di Jawa Timur Kembali Menguat
Friday, 06 October 2017
Stok Garam di Jawa Timur Kembali Menguat
sindonews.com
JAKARTA - Setelah sempat terpuruk karena anomali cuaca, produksi garam di Jawa Timur (Jatim) perlahan mulai stabil. Kantong-kantong produksi garam sudah mampu memenuhi stok untuk kebutuhan nasional dan sampai hari ini stok garam di Jatim menembus 238 ribu ton. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim M Ardi Prasetiyawan menuturkan, stok yang ada saat ini berasal dari pasokan produksi para petani garam di berbagai daerah di Jatim yang mencapai 134 ribu ton. Jumlah produksi tersebut didukung dengan pasokan dari PT Garam sebesar 104 ribu ton. "Artinya, dengan stok yang ada itu sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan garam di Jatim," ujar dia di Surabaya, Jumat (6/10/2017). Menurutnya, dengan stabilitas produksi ini pihaknya optimistis bisa menembus target produksi 1,2 juta ton. Percepatan produksi ini juga tidak lepas dari persiapan menjelang musim hujan. Para petani garam sempat dibuat frustasi dengan kedatangan hujan dua bulan lalu, sehingga pasokan garam menurun drastis. "Tapi sekarang sudah lebih baik. Tak ada lagi panen dini yang dilakukan para petani di berbagai daerah. Mereka memiliki waktu yang cukup untuk mendapatkan hasil garam terbaik," imbuhnya. Ardi juga menjelaskan, kantong-kantong garam yang ada di Madura, Gresik, Lamongan serta daerah lainnya tetap memberikan optimisme dalam produksi garam di Jatim. Sepanjang bulan ini kondisi panas sangat mendukung untuk produksi garam petani. Mereka bisa memaksimalkan tambak-tambak garam untuk terus memproduksi sebanyak-banyaknya. "Kontribusi dari PT Garam juga tinggi. Makanya kami bisa lega untuk memenuhi permintaan garam nasional," kata dia. Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Muhammad Hasan menuturkan, kondisi petani garam saat ini terus berproduksi sampai akhir tahun ini. Pihaknya berharap besar hasil panen yang dilakukan para petani bisa stabil dan memenuhi pasokan serta stok nasional. Para petani berharap pemerintah tak harus mengeluarkan kebijakan impor garam ketika stok langka di pasaran. Sebab, pola produksi garam yang bisa ditata dengan baik sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan nasional. "Para petani juga bisa memperoleh untung dengan produksi yang stabil," ucapnya. Tahun ini produksi garam nasional diproyeksikan bisa mencapai 2,5 juta ton. Dari target itu, Jatim diperkirakan bisa memberikan kontribusi sampai 1 juta ton lebih. PT Garam sendiri mengelola 5.000 hektare lahan garam yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Madura. (izz)